DEFINISI KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan adalah sebuah proses mempengaruhi orang lain untuk melaksanakan tugas-tugas organisasi secara suka rela (Fairholm, 1991; Gardner, 2000). Bahkan menurut Gemmil dan Oakley (1992) kepemimpinan adalah sebuah proses kerjasama antara anggota organisasi dalam merumuskan metode baru untuk meningkatkan kualitas organisasi. Fulan (2000, hal. 3) mengatakan bahwa
“leadership
is a process of persuasion or example by which an individual (or leadership team) induce the group to pursue objectives shared by the leaders and his or her
followers”
. Fulan berpendapat bahwa kepemimpinan adalah suatu proses untuk mempengaruhi anggota organisasi lainnya untuk mencapai tujuan yang sudah dirumuskan oleh pemimpin dan anggota organisasi lainnya. Ini artinya bahwa kepemimpinan bukan hanya didefinisikan dari sudut jabatan, tapi lebih tepatnya, kepemimpinan ini adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain tanpa paksaan untuk mencapai sesuatu yang sudah dirumuskan sebelumnya oleh anggota organisasi.
KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN
Istilah kepemimpinan dan manajemen seringkali dianggap sinonim (Yukl, 1989), tapi para ahli ilmu kepemimpinan masih mengalami kesulitan membedakan kedua istilah tersebut. Fairholm (1991) menyebutkan walaupun kedua istilah tersebut sering dianggap sama, istilah kepemimpinan lebih duluan muncul dari pada istilah manejemen. Namun Nicholls (2002) berbeda pendapat dengan Fairholm, Nicholls berpendapat bahwa manajemen itu lebih penting daripada kepemimpinan. Para ahli juga berbeda pendapat apakah seseorang bisa menjadi pemimpin sekaligus manajer pada saat yang sama. Perbedaan-perbedaan pendapat ini pulalah yang mengaburkan perbedaan antara kepemimpinan dengan manajemen (
leadership and management
). Namun demikian, di sini perbedaan dari kedua istilah tersebut akan dianalisa dengan menguraikan definisi dari kedua istilah tersebut. Kepemimpinan adalah sebuah proses di dalam memberi inspirasi kepada anggota organisasi lainnya, dan mempengaruhi anggota tersebut untuk memiliki integritas di dalam mencapai tujuan organisasi. Dengan kata lain, pemimpin itu bertugas untuk menentukan visi organisasi dan selalu memprediksi kebutuhan masa depan (Fairholm, 1991). Sedangkan tugas menejer adalah mengelola integritas bawahan dan mempertahankan status Quo. Menejer tidak
VISI KEPEMIMPINAN
Visi adalah tujuan akhir dari sebuah perjuangan, tujuan akhir bukan berarti pekerjaan terakhir, tapi sebuah pekerjaan yang tak boleh terhenti, walau visi yang diinginkan sudah terwujud dalam hidup. Bila Anda pemimpin, Anda harus sadar bahwa tanpa visi dan tanpa tindakan pada visi yang diinginkan, jangan pernah berkata ada kepemimpinan. Sebab, tanpa visi tidak ada kepemimpinan apapun atas apapun, yang ada hanya sekumpulan orang dengan ambisi besar tanpa arah.
Keberhasilan sebuah kepemimpinan sangat ditentukan oleh pemahaman terhadap visi. Pemahaman bahwa visi itu adalah tujuan, visi itu adalah target, visi itu adalah tindakan, visi itu adalah gairah besar untuk meraih gambaran masa depan yang diinginkan dalam hidup. Sebuah visi yang jelas dan sederhana harus fokus pada sebuah gambaran tentang masa depan yang diinginkan, masa depan yang diimpikan dengan dukungan segenap potensi diri dan potensi sumber daya.
Tanpa visi yang jelas dan sederhana, Anda tidak akan pernah mewujudkan semua hasrat kepemimpinan diri Anda dengan total dan berkualitas. Tanpa visi Anda hanya berlari dan berputar dalam sebuah lingkaran kepemimpinan yang tidak jelas, Anda hanya bekerja berlandaskan rutinitas tanpa tujuan yang terfokus, Anda hanya akan berteriak sambil menyalahkan orang lain. Sebab, jiwa Anda tidak terpanggil untuk melakukan sesuatu kearah yang jelas, semua ide Anda hanya baik buat menyikapi rutinitas pekerjaan Anda, emosi Anda selalu dalam ketidakpastiaan, yang menandakan Anda tidak profesional dalam menjalankan roda kepemimpinan.
Setiap pemimpin harus membangun dan merawat visi kepemimpinan dengan tujuan yang jelas, dan berdasarkan pengalaman dan pengetahuan dari berbagai kejadian yang mewarnai kepemimpinan tersebut. Ini adalah bagian dari kepemimpinan yang memerlukan hubungan antara visi kepemimpinan dengan realitas kehidupan yang ada, termasuk realitas atas dukungan pengikut pada kepemimpinan. Semakin kuat kepemimpinan yang didukung oleh faktor-faktor di luar diri, maka semakin tangguh visi kepemimpinan tersebut. Visi kepemimpinan yang kuat akan melahirkan pemimpin karismatik yang andal. Seorang pemimpin karismatik pasti mampu menggambarkan visi yang diinginkannya tersebut secara sangat jelas, dan mampu membuat para pengikut terobsesi dengan visi tersebut. Ia seorang pemimpin yang secara jelas akan menyatakan bahwa semua pengikut adalah bintang-bintang terhebat untuk membuat visi tersebut berwujud dalam kehidupan nyata. Ia akan membuat semua pengikut menjadi pendengar yang hebat, dan ia mampu membantu para pengikut untuk benar-benar menghayati dan mendapatkan semua nilai-nilai hebat dari visi yang sedang diperjuangkan itu. Ia seorang pemimpin yang benar-benar mampu memindahkan semua keinginan dari visi tersebut kepada pengikut.
Seorang pemimpin adalah seorang pembicara yang hebat, seorang inspirator yang mampu membuat pendengar percaya pada dia. Dia adalah seorang pemimpin yang mampu melihat gambaran masa depan dengan jelas, dan mampu mempresentasikan visi kepemimpinan dengan penuh percaya diri. Visi kepemimpinan yang hebat adalah yang benar-benar mampu menciptakan daya tarik pesan ke pendengar, bukan sekedar orasi yang hebat, yang membuat pesan dari visi tidak dapat dipahami oleh orang lain.
Visi kepemimpinan harus dalam wujud harapan bersama antara pemimpin dan pengikut, bukan sekedar harapan pemimpin yang tidak disukai pengikut. Pemimpin dan pengikut harus menyatu dalam tujuan visi yang jelas. Pemimpin dan pengikut harus bisa saling memberi dan berkomunikasi untuk menindaklanjuti visi tersebut, sehingga visi tersebut dapat mewujud dalam realitas yang ada.
http://djajendra-motivator.com/?p=1358
Artikulasi Visi dan Misi Kepemimpinan
Visi adalah apa yang didambakan organisasi untuk dimiliki atau diperoleh di masa depan (what we do we want to have). Sedangkan misi adalah dambaan tentang kita akan menjadi apa di masa depan (what we do we want to be). Agar efektif dan powerful, maka visi dan misi harus jelas, harmonis, dan compatible.Dalam proses kepemimpinan, seorang kepala sekolah dituntut untuk merumuskan visi dan misi sekolah sebagai kesatuan ide dan perekat bagi anggota organisasi sekolah. Visi dan misi yang dimiliki sekolah berusaha diwujudkan dalam peran dan tugas masing-masing individu atau kelompok di sekolah. Terbentuknya visi dan misi sekolah yang kuat merupakan hasil dari sudut pandang (view of state) dan harapan kepala sekolah terhadap sekolah yang dipimpinnya.
Visi dan misi dimaksudkan untuk menjadikan sebuah organisasi memiliki jati diri yang khas yang membedakannya dengan organisasi lainnya. Visi dan misi yang dimiliki oleh sekolah harus merupakan karakteristik unik yang dapat diterjemahkan dalam aktifitas-aktifitas yang lebih operasional. Sehingga dalam melahirkan visi dan misi sekolah yang baik setidaknya mencakup tugas dan fungsi, filosofi dasar organisasi, apa yang akan ditawarkan, apa dan untuk siapa sekolah tersebut.
Visi yang baik akan memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1) menjalaskan arah tujuan; 2) mudah dimengerti dan diartikulasikan; 3) mencerminkan cita-cita yang tinggi, dan menetapkan standart of excellent; 4) menumbuhkan inspirasi, semangat, dan komitmen; 5) menciptakan makna bagi anggota organisasi; 6) merefleksikan keunikan dan keistimewaan organisasi; 7) menyiratkan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh organisasi; 8) kontekstual, berhubungan dengan organisasi dengan lingkungan dan sejarah perkembangan organisasi.
Sedangkan misi akan menggerakkan organisasi lebih baik. Keunggulan misi yaitu: 1) organisasi yang digerakkan oleh misi akan lebih efisien; 2) organisasi yang digerakkan oleh misi akan lebih efektif dan baik; 3) organisasi yang digerakkan oleh misi akan lebih fleksibel; dan 4) organisasi yang digerakkan oleh misi akan mempunyai semangat lebih tinggi.
Itulah sebabnya visi dan misi mempunyai posisi yang sangat penting dalam kajian kepemimpinan. Visi dan misi merupakan gambaran umum atau cetak biru masa depan organisasi yang akan dipimpim oleh seorang pemimpin.
Rujukan:
1. Madyo Ekosusilo, Sekolah Unggul Berbasis Nilai: Studi Multikasus di SMA Negeri 1, SMA Regina Pacis, dan SMA Al Islam 1 Surakarta (Sukoharjo: Bantara Press, 2003), 44-45.
2. Asrin, Kepemimpinan Kepala Sekolah Pada Budaya Mutu di Sekolah; Studi Multikasus di SMAN Agung Dan SMAI Kartini Di Kota Bunga (Malang: Disertasi UM Tidak Diterbitkan, 2006), 53-55.
http://kuliahgratis.net/artikulasi-visi-dan-misi-kepemimpinan/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar